Suara masak-memasak sudah terdengar dari lantai bawah, kupikir apakah aku telat bangun atau itu hanya mimpi. Karena alarm dari handphone yang kusetel jam 4.20 pagi belum berbunyi. Kunyalakan lampu, terlihatlah jam dinding yang bergelayutan di atas komputerku. Kukedip-kedipkan mataku sambil "mengumpulkan nyawa", ternyata baru jam 4 pagi. Teringatlah daku pada opungku yang ingin pulang ke kampung nya hari ini. Oh iya, baru sadar aku.
Turun kebawah, kujumpai mama sedang bikin roti bakar. Badan yang masih pegal-pegal membuat ingin rasanya tidur lagi. Kudapatkan setengah gelas air untuk membasahkan tenggorokanku, langsung naik lagi ke atas untuk tidur. ahhhh nikmat sekali tidur ini.
Setengah jam kemudian, saudaraku mengedor pintu kamarku untuk mengambil ikat pinggang. Saat itu juga kuputuskan untuk benar-benar bangun dari tempat tidur dan mulai untuk berkatifitas harian. Saat teduh dulu sebentar, mendekatkan diri kepada Tuhan. Menyapa opung yang sedang makan, lucu sekali opungku ini.
Kusempatkan waktu untuk bercengkrama dengan opungku, karena itu adalah kesempatan terakhir sebelum ia pergi ke rumahnya di daerah kanopan.
Turun kebawah, kujumpai mama sedang bikin roti bakar. Badan yang masih pegal-pegal membuat ingin rasanya tidur lagi. Kudapatkan setengah gelas air untuk membasahkan tenggorokanku, langsung naik lagi ke atas untuk tidur. ahhhh nikmat sekali tidur ini.
Setengah jam kemudian, saudaraku mengedor pintu kamarku untuk mengambil ikat pinggang. Saat itu juga kuputuskan untuk benar-benar bangun dari tempat tidur dan mulai untuk berkatifitas harian. Saat teduh dulu sebentar, mendekatkan diri kepada Tuhan. Menyapa opung yang sedang makan, lucu sekali opungku ini.
Kusempatkan waktu untuk bercengkrama dengan opungku, karena itu adalah kesempatan terakhir sebelum ia pergi ke rumahnya di daerah kanopan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar